Langsung ke konten utama

Cara Membuat Logo BlackBerry dengan CorelDraw


Siapa yang tak kenal dengan ponsel BlackBerry atau BB. Ponsel pintar yang satu ini dimiliki oleh jutaan pengguna di seluruh Indonesia, bahkan dunia. Jika dilihat-lihat, ponsel keluaran Kanada ini mempunyai logo yang khas, yaitu berbentuk setengah lingkaran putih berjumlah 7 buah yang di-cover oleh balutan background hitam yang membuat nuansa logo tersebut menjadi elegan. Saya pun sempat mencoba untuk menjajal kemampuan saya untuk membuat desain logo tersebut dengan CorelDraw, dan ternyata saya pun bisa membuatnya, walaupun ada perbedaan sedikit di backgroundnya. Langkah-langkahnya sebagai berikut:
  • Buka aplikasi CorelDraw, tekan CTRL+N untuk membuka lembar kerja baru. Lalu kita buat backgroundnya terlebih dahulu dengan memilih Ellipse Tool (F7). Drag pointer bersamaan dengan menekan CTRL pada keyboard (ditahan sampai klik kiri mouse dilepas)

  • Warnai objek tersebut dengan warna hitam

  • Tambah objek lingkaran tadi dengan yang lebih pipih di bagian bawah objek lingkaran yang pertama (kali ini tidak perlu menekan dan menahan CTRL). Lalu warnai dengan warna abu-abu. Untuk menghilangkan garis tepi lingkaran pipih tersebut, klik objek lingkaran tersebut lalu klik kanan warna None (warna paling ujung atas dengan corak bersilang)
  • Pilih Interactive Blend Tool lalu drag pointer di objek lingkaran pipih tadi. Maka akan terlihat seperti ini:
  • Buat lagi lingkaran pipih lagi tetapi yang ini diletakkan di bagian atas lingkaran pertama. Warnai dengan warna putih dan hilangkan garis tepinya menggunakan cara nomer 3. Lalu pilih Interactive Transparency Tool dan drag pointer pada objek lingkaran pipih warna putih tadi. Maka akan terlihat seperti ini:
  • Sekarang kita buat motif yang mirip huruf B (mungkin kalee ya.... hehehe). Pertama kita pilih Basic Shapes yang ada di toolbox sebelah kiri:
  • Lalu pilih Perfect Shapes yang ada di property bar (sebelah atas). Buat objeknya dan sesuaikan dengan gambar aslinya. Warnai objek tersebut dengan warna abu-abu muda dan hilangkan garis tepinya menggunakan cara nomer 3 diatas. Lihat gambar:
  • Tekan CTRL+Q lalu pilih Shape Tool (F10). Setelah itu, klik pointer ditengah tepi garis objek (yang bertitik hitam) lalu klik kanan > To Curve
  • Langkah berikutnya, tarik garis sebelah kanan sehingga menjadi berbentuk melengkung seperti pada gambar:
  • Copy-paste objek tersebut hingga menyerupai huruf B pada logo BlackBerry
  • Atur semua objek hingga menjadi seperti ini:
  • Agar terlihat lebih mirip lagi, motif berbentuk B tadi lebih baik diberi warna putih, seperti ini:

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mike He | Profil dan Biodata Lengkap Mike He

Mike He | Profil dan Biodata Lengkap Mike He  - Awal karir Mike He atau yang biasa dipanggil dengan Jun Xiang dimulai dengan sebuah serial drama Taiwan yang dibintanginya. Ketampanan dan senyumnya yang menawan semakin mencuri perhatian publik. Mike He juga membintangi beberapa iklan dan juga merupakan model majalah yang membuatnya semakin populer. Salah satu iklan yang sukses dbintanginya adalah iklan untuk sebuah perusahaan pakaian, iklan ini mendapat banyak apresiasi dari media.  Foto Mike He Mike He tergabung dalam MV bersama Ariel Lin dan Rainie Yang, namun dunia tarik suara tidak menjadi prioritas bagi Mike. Tahun 2003/2004 merupakan pertama kali Mike He membintangi mini seri "Seventh Grade". Di film ini Mike mendapat peran utama dan beradu akting dengan Ariel Lin. Pada Tahun 2004 mereka dipertemukan kembali dalam drama "Love Contract". Salah satu film  Mike He  yang paling sukses di pasaran adalah drama "Devil beside You" yang dibintanginya...

MENERBITKAN BUKU SENDIRI, MENGAPA TIDAK?

01 November 2007 – 21:16 (Her Suharyanto)   Diposting oleh: Editor (Rate: 0 / 0 votes) “Yang paling menyebalkan di seluruh dunia ini adalah penerbit.” Saya tertawa ngakak membaca kalimat jenaka ini. Saya tertawa ngakak karena di tengah novelnya yang mengalir tiba-tiba saja Andrea Hirata melemparkan metafora tersebut, secara tak terduga. Pasti penulis muda yang saya kagumi ini punya pengalaman menyebalkan dengan penerbit. Saya tidak tahu apa pengalaman itu, tetapi saya mencoba menduga-duga: jangan-jangan dia harus berurusan dengan editor bawel, orang marketing yang sok tahu, atau terkejut-kejut membaca draf kontrak yang menyebut royalti 8% atau 9%, dan itu pun masih ditambahi dengan komentar super sadis, “Anda kan penulis pemula… Kami belum tahu buku Anda laku atau tidak.” Mungkin itu sebabnya banyak penulis yang tidak mau repot berurusan dengan penerbit, dan memilih menerbitkan buku sendiri. Ini bukan hanya terjadi di Indonesia. Di banyak negara praktik self-publishing ...